Minggu, 30 Juni 2013

Teknik Survey Data Spasial

Data spasial adalah sebuah data yang berorientasi geografis dan memiliki sistem koordinat tertentu sebagai dasar referensinya. Data spasial mempunyai dua bagian penting yang membuatnya berbeda dari data lain, yaitu informasi lokasi (spasial) dan informasi deskriptif (attribute). Data spasial dapat menunjang suatu sistem sebagai upaya dalam menghasilkan informasi tertentu sesuai dengan kebutuhan.
Data spasial digunakan dalam berbagai hal yang luas seperti aplikasi ekonomi, sosial, dan lingkungan seperti: penilaian dan pengelolaan lingkungan, pengelolaan sumberdaya pertanian, pertambangan, energi, kehutanan, kelautan, eksplorasi dan pengambilan keputusan, serta manajemen penanggulangan bencana. Dengan meningkatnya kebutuhan terhadap data spasial, kegiatan pengadaan data merupakan salah satu kegiatan yang memerlukan biaya tinggi dan alokasi waktu yang cukup lama.
Basis data spasial merupakan salah satu item dari informasi, dimana di dalamnya terdapat informasi mengenai bumi termasuk permukaan bumi, dibawah permukaan bumi, perairan, kelautan dan bawah atmosfir. pendorong utama dalam pembangunan data spasial diantaranya ,pertumbuhan kebutuhan suatu pemerintahan dan dunia bisnis dalam memperbaiki keputusan yang berhubungan dengan keruangan.
-       Model data vektor
 Data ini terbentuk berdasarkan obyek geometris dasar seperti garis, titik,segitiga, atau bentuk poligon lainnya dalam 2D. Atau bentuk silinder, bola, kubus dalam bentuk 3D.
-       Model data raster
 Terdiri atas data peta piksel. Contoh : citra satelit mengenai awan (2D), citra mengenai suhu pada wilayah dengan ketinggian berbeda.


Basis data spasial yang khusus menyimpan data geografis terdapat pada Geographic Information System ( GIS ).
Objek spasial  :
1.      Mempunyai bentuk geometris, ukuran, dan lokasi (koordinat)
2.      Berubah menurut waktu. Contoh : penggunaan tanah, wilayah penduduk
SMBDS merupakan suatu perangkat lunak.
3.      Dapat bekerja seperti DBMS yang ada
4.      Mendukung model data spasial, tipe data abstral spasial (ADT/Abstract Data Type) dan bahasa query yang dapat memanggil ADT
5.      Mendukung indeksing spasial, algoritma pemrosesan operasi spasial yang efisien, dan aturan domain yang khusus untuk optimasi query
6.      Digunakan pada GIS dan aplikasi lainnya
> Contoh : Oracle spatial data cartridge, ESRI SDE. Dapat bekerja dengan  oracle 8i DBMS, Mempunyai tipe data spasial (mis: poligon), operasi (cth : overlap) yang dapat dikerjakan dengan SQL3

Adapun teknik yang digunakan dalam mendapatkan data spasial tersebut adalah :
Survei lapangan.
Pengukuran fisik (land marks), pengambilan sampel (polusi air), pengumpulan data non-fisik (data sosial, politik, ekonomi dan budaya).
• Sensus.
Dengan pendekatan kuesioner, wawancara dan pengamatan; pengumpulan data secara nasional dan periodik (sensus jumlah penduduk, sensus kepemilikan tanah).
• Statistik.
Merupakan metode pengumpulan data periodik/per-interval-waktu pada stasiun pengamatan dan analisis data geografi tersebut, contoh: data curah hujan.
• Tracking.
Merupakan cara pengumpulan data dalam periode tertentu untuk tujuan pemantauan atau pengamatan perubahan, contoh: kebakaran hutan, gunung meletus, debit air sungai.
• Penginderaan jarak jauh (inderaja).
Merupakan ilmu dan seni untuk mendapatkan informasi suatu obyek, wilayah atau fenomena melalui  analisis data yang diperoleh dari sensor pengamat tanpa harus kontak langsung dengan obyek, wilayah atau fenomena yang diamati (lillesand & kiefer, 1994).

            Teknik survey data spasial sendiri dapat dilakukan dengan menggunakan Geographic Positional System (GPS) . Dalam bidang survei dan pemetaan, teknologi GPS telah digunakan secara luas dalam survei geodesi, penjelajahan sumber daya, gerakan krustal, kadastral dan bidang lainnya. Teknologi ini menggunakan pemosisian kinematik waktu nyata (RTK) untuk mencapai pemrosesan waktu nyata dari dua stasiun observasi fase pembawa, dengan presisi mencapai level sentimeter.
Teknologi GPS secara nyata telah memberikan keuntungan: akurasi tinggi, mudah dioperasikan, perangkat praktis, mudah dibawa-bawa, pengoperasian 24 jam untuk segala iklim; tidak diperlukan untuk garis pandang antara titik observasi; pengukuran integrasikan di bawah sistem koordinat WGS84; informasi secara otomatis diterima dan disimpan, sehingga mengurangi kebutuhan proses kerja yang membosankan.


0 komentar:

Poskan Komentar